Selasa, 11 Desember 2012

Ketika Waktu Itu Tiba

Bismillah.....



Ketika “Waktu” itu tiba...
Seseorang yang Tepat akan Datang diwaktu yang Tepat


“DIA” datang bukan atas nama Cinta,
Datang hanya berbekal sebentuk Niat Ikhlas dengan Cara yang Berbeda.

“DIA” Seseorang yang Berjiwa besar & Berani menghampiri kedua orang tuaku, bukan Aku!!!
Meminta dan Menerima tanpa cela apa adanya aku.

Gundah melanda, Ragu itu pasti ada...

Apabila "DIA" yang tertulis di Arsy-MU
Yakinkan aku akan pilihan - MU

Berdamailah wahai Hati...
Karena Takdir itu bukan Ketidaksengajaan,
Semua Terencana & Tersusun Teramat Sangat Baik Oleh-NYA.

“Ini yang Terbaik menurut-NYA”
Cukup yakini itu saja.

Ketika Waktu Itu Tiba...
Seseorang yang Tepat akan Datang diwaktu yang Tepat

Dan Kini....
“DIA” Datang Siap Bertanggung Jawab atas Dunia dan Akhirat ku,
Seraya berkata “Semua Alasanku Adalah Karena ALLAH SWT Semata"

"Bismillah..."
Ijinkan “Kami” Melangkah bersama diatas Ridho-MU untuk menuju "Jannah"-MU Yaa Rabb....
Lahawulla Walla Quwwata Illabillah :')



Bandung 2012 
11.30 Pm
“Detik-detik menjelang Akad....”


Rabu, 05 Desember 2012

Mistaqon Ghaliza & Walimatul' Ursy "F&G"


Bismillahirohmanirrohim  
Assalamu’alaikum Warahmatullahhi Wabarakatuh

Ya Allah Ar Rohman Ar Rohim ….
Sesungguhnya hati ini telah terhimpun dalam cinta dan bertemu
dalam taat kepada Mu. Eratkanlah ikatannya, kekalkanlah
kasih sayangnya, berkahilah jalannya dan penuhilah hati ini dengan
cahaya Mu yang tak pernah pudar.

Menautkan dua hati dalam ikatan suci pernikahan,
semoga menjadi langkah awal kami menuju surga.
Dengan mengucap syukur yang tak terhingga atas berkah dan
karunia Tuhan YME, kami bermaksud
mengucap ikrar suci dalam walimatul’ursy pernikahan kami :


FITRI YANTI KOSASIH, ST
 (Fitri)
Putri Bungsu Bapak Kosasih & Ibu Yayah Suryamah

&

GALUH RAMADHANI, ST
(Galuh)
Putra Bungsu Bapak H. Murdifi, SE & Ibu Hj. Tati Murbiati

Kehadiran adalah silaturahmi, restu adalah do’a kasih sayang keikhlasan adalah ketulusan hati, maka tiada yang dapat membuat kami bahagia selain langkah Bapak/Ibu/Saudara/i yang diiringi do’a restu dan keikhlasan dalam memberikan cinta kasih kepada kedua mempelai pada:


Akad Nikah :
Hari / Tanggal : Sabtu, 15 Desember 2012
Pukul : 08.00 WIB
Tempat : Mesjid Nurussalam 
PT. Indonesia Power - UBP Saguling
Komp. PLTA Bengkok RT.04 RW.07
Dago Atas – Bandung



Resepsi :
Hari / Tanggal : Sabtu, 15 Desember 2012
Pukul : 11.00 – 15.00 WIB
Tempat : PT. Indonesia Power - UBP Saguling
Komp. PLTA Bengkok RT.04 RW.07
Dago Atas – Bandung




Atas kehadiran & Do’a Restunya kami ucapkan terima kasih
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

         

 - Fitri & Galuh -
   



"Dan di antara tanda-tanda yang membuktikan kekuasaannya dan rahmatNya, bahwa Ia menciptakan untuk kamu (wahai kaum lelaki), isteri-isteri dari jenis kamu sendiri, supaya kamu bersenang hati dan hidup mesra dengannya, dan dijadikanNya di antara kamu (suami isteri) perasaan kasih sayang dan belas kasihan. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi keterangan-keterangan (yang menimbulkan kesedaran) bagi orang-orang yang berfikir"
 (QS. Ar-Rum 21)




*Lokasi :




















*Undangan :

http://www.facebook.com/events/144283319053017/







Minggu, 12 Februari 2012

Sayap yang tak Pernah Patah

Bismillah....



Mari kita bicara tentang orang-orang patah hati...
Atau kasihnya yang tak sampai,
Atau cintanya yang tertolak,
Atau ceritra cintanya yang penuh pengkhianatan,

Seperti sayap-sayap Gibran yang patah, atau kisah kasih Zainuddin dan Hayati yang kandas ketika kapal Vanderwickjk tenggelam, atau mungkin kisah  cinta Qais dan Laila yang membuat mereka ‘Majnun’, lalu mati...
Atau, jangan-jangan ini juga cerita tentang cintamu sendiri, yang kandas dihempas takdir, atau layu tak berbalas.

Itu hanya cerita cinta yang digali dari air mata. Dunia tidak berwarna merah jambu, itu hanya ada dalam cerita Qais yang telah majnun dan meratap di tengah gurun kenestapaan sembari memanggil burung-burung:

Oooo Burung adakah yang mau meminjamkan sayap
Aku ingin terbang menjemput sang kekasih hati


Di alam jiwa, sayap cinta itu sesungguhnya tak pernah patah. Kasih selalu sampai disana. “Apabila ada cinta di hati yang satu, pastilah ada cinta di hati yang lain” Kata Rumi, “sebab tangan yang satu takkan bisa bertepuk tanpa tangan yang lain”. Mungkin Rumi bercerita tentang apa yang seharusnya, sementara kita menyaksikan fakta lain.

Kalau cinta berawal dan berakhir pada ALLAH SWT, maka cinta pada yang lain hanyalah upaya menunjukan cinta pada-NYA.
 Pengejaan ibadah hati yang paling hakiki adalah “selamanya memberi yang bisa kita berikan, selamanya membahagiakan orang-orang yang kita cintai”.

Dalam makna memberi itu posisi kita haruslah kuat, kita tak perlu kecewa atau terhina dengan penolakan, atau lemah dan melankolik saat kasih kandas karena takdir-NYA, sebab disini kita justru sedang melakukan sebuah “pekerjaan jiwa” yang besar dan agung yaitu : mencintai.

Ketika kasih tak sampai, atau uluran tangan cinta tertolak, sesungguhnya yang terjadi hanyalah “kesempatan memberi” yang lewat, Hanya itu :)
Setiap saat kesempatan semacam itu dapat terulang, dan selama kita masih memiliki cinta, apabila setiap memiliki “sesuatu” yang dapat kita berikan, maka persoalan penolakan atau ketidaksampaian jadi tidak relevan, Ini hanya murni masalah waktu.

Para pencinta sejati selamanya hanya bertanya “Apa yang akan aku berikan?” tentang kepada “siapa” sesuatu itu diberikan, itu menjadi sekunder dengan keyakinan “ada waktu yang sedang  ALLAH SWT siapkan untuk memberikan yang terbaik untukku....

Jika kita hanya patah atau hancur karena kita lemah, maka kita lemah karena posisi jiwa kita yang salah.
Apabila Kita mencintai seseorang, lalu kita menggantungkan harapan kebahagian hidup dengan hidup bersamanya! Maka ketika dia menolak untuk hidup bersama, lantas itu menjadi sumber kesengsaraan?
Ingat! kita menderita bukan karena kita mencintai, tetapi karena kita menggantungkan sumber kebahagiaan kita kepada kenyataan bahwa orang lain harus mencintai kita bukan kepada-NYA sang pemilik Cinta....

-Anis Matta-



Sadarilah ada yang lebih mencintai kita dari siapapun dan apapun....
“Ukhuwah itu indah apabila mencintai dan dicintai karena ALLAH SWT”

Jumat, 27 Januari 2012

Nasihat Jiwa



 Kalau engkau tak mampu menjadi beringin yang tegak di puncak bukit, jadilah belukar, tetapi belukar yang baik, yang tumbuh di tepi danau. 

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar, jadilah saja rumput, tetapi rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan. 

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya, jadilah saja jalan kecil tetapi jalan setapak yang , membawa orang ke mata air.




penggalan puisi Taufik Ismail - Kerendahan Hati



 

Senin, 09 Januari 2012

Long Journey " Jakarta - Bromo"

Dipenghujung tahun selalu memiliki beribu kisah dan cerita bagi keluarga kecil kami, keluarga kecil yang terbentuk atas nama cinta, ukhuwah, dan persahabatan :)
Apabila tahun lalu kami mengukir kisah di Kota Gudeg “Jogja”, maka tahun ini memilih “Bromo” untuk tujuan petualangan kami selanjutnya....


Petualangan akhir tahun, antara “Jakarta - Bromo”

Bismillah....

Perjalanan penuh perjuangan dan tak terduga, mungkin itu tema yang tepat untuk perjalanan kali ini....

Peserta kali ini ada 10 Orang diantaranya : Etha (aka.Dwi Astuti), Kutu (aka. Khairunnisa), Icha (aka. Neisya Quratin), Diva Fitria Fauzia (Divaa), Mba’Liz/Sulis (aka. Sulistiorini), Cindi (aka. Chindy Putri), Tiwtiw (aka. Werdi Pratiwi), Dei (aka. Desi Kurniati), dan Aku sendiri ;).
Up’Z lupa!!! + Onye/Tante’Mayang :$ (aka. Merdian Mayangga), kali ini dia membantu kita sebagai tour Guide dadakan :D

Berhubung hawa-hawa liburan Natal dan Tahun Baru, tiket kereta harus dipesan H-7 sebelum keberangkatan. Penanggung jawab pendaftaran dan tiket diserahkan kepada “kutu” mumpung status dia masih mahasiswa dan punya banyak waktu, sedangkan sebagian besar dari kita berstatus wanita karir, hihihi :p Demi perjalanan kali ini dia bela-belain “Bangun Pagi” untuk ngantri di Stasiun demi mendapatkan Tiket Kereta Kertajaya Jurusan Jakarta - Surabaya (*Hal langka sepanjang sejarah yang pernah terjadi dia bisa bangun pagi :D )

Pesimis sebenarnya bisa mendapatkan Tiket Kertajaya saat itu, karena aku mendapatkan informasi event Liburan Natal dan Tahun Baru, Stasiun Senen membludak oleh para penumpang yang akan membeli Tiket Kereta Api untuk semua Jurusan :o .
Dan pada hari itu kita hanya pasrah, menunggu informasi dari Kutu dan Tante’Mayang yang sudah mengantri sejak loket belum dibuka di Stasiun Senen sana.

Tiba-tiba...
“Tring...”
You have 1 Massage from: Kutu
16-12-2011, 10.05 Am
“Di saat smua org tengah du2k nyaman d ruangan ber-AC,
Disini aq berusaha memperebutkan sebuah perjalanan yg InsyaAllah akn penuh kenangan indah,
Peluh menetesi dahi dan mataku, berdesak-desakan, dan aq tetap berusaha berdiri tegak diats kakikuuuu....
Kakaaaaaaaaaaaaaaaakkk...Antrian yg TRAGIS!!! Tapi apa yg kudapaaaaatt????
:(


-sms kosong....


-masih kosong....


-kosong lagi....


And Finally...


“10 Tiket Kertajaya jurusan Jakarta-Pasar Turi, AKU DAPAAAAAAAAAATTTT!  :D
Hahahahahahaha
:p “

Pyuuuuhhhhh.....akhirnya aku bisa bernafas lega (*you got my fell kutuuu :x )

Dapet tiket pergi, tapi gak dapet Tiket Pulang.... Nah looh! :o
Kita kehabisan Tiket Jurusan Surabaya- Jakarta, padahal Etha sudah berusaha mencari ke Stasiun Bekasi sampai Jatinegara.
Setelah diadakan Forum di dunia maya, akhirnya kita putuskan untuk tetap pergi, masalah pulang kita akan cari jalan keluar nyari tiket dadakan di Stasiun Pasar Turi, klo gak dapet mentok-mentok pake BIS dari Surabaya. Oke Deal!  ;)

H-1
Tanpa disangka tanpa diduga, dikantor disuguhi berbagai masalah dan pekerjaan yang super duper buanyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak :@
Kamis malam aku dan Etha (*kebetulan kami sekantor) masih harus lembur sampai jam2 malam. Pikiran kita sudah bercabang entah kemana, tambah lagi belum packing untuk keberangkatan besok, yang lebih parah besok jam8 Pagi kita berdua kita di tugaskan kantor untuk mengadakan pertemuan disalah satu kantor BUMN suatu wilayah, aku harus ke wilayah Depok dan Etha ke wilayah Bekasi.

Mmmmmhhhhhh....dengan kondisi seperti ini, sempat ada keputusan aku dan Etha “cancle” keikutsertaan kita ke Bromo :(
Tapi dengan semangat 45 kita coba selesaikan semua amanah sampai tuntas. Semua mengalir apa adanya saja, selesai kerjaan kita ikut, klo kerjaan belum selesai juga, yaaaa......paling kita nanti tinggal nangis liat foto-foto mereka dari Bromo, hik’s  T_T’...

Hari jum’at pagi-pagi buta dari Cengkareng, aku dan Etha membawa seabreg berkas menuju tujuan masing-masing (aku ke Depok sedangkan Etha ke Bekasi) dengan rute:
Pulang ke Rumah tanpa mandi :p (*pake KRL jadwal terpagi) ---> sampe rumah mandi langsung packing ala orang kabur dari rumah (*saking buru2nya tuh packing :x ) ---> Pertemuan di kantor BUMN ---> balik lagi ke kantor “di Cengkareng – Jakarta Barat” untuk  Report Laporan dan nerusin kerjaan yang belum selesai.

Sampai akhirnya jam1 siang teng! perkerjaan kita selesaaaaaaaaaaaaai :D

Calling teman2 yang lain, bada Shalat Jum’at kita jadi berangkaaaaaaaaat! Yiipppyyyyyyyyyyyyyy *\^_^/*

Konfirmasi terakhir peserta menyusut menjadi 7 Orang, Cindi dan Dei tiba-tiba harus meeting dadakan dikantornya :(
digantikan Asma (aka. Wa ode Asmaria) teman kantor kita sedang hamil 5 bulan yang akan ikut menggunakan kereta ekonomi dengan kita sampai Kota Semarang, dia akan bertemu suaminya disana.

-------------------------------------------oOo----------------------------------------------



Perjuangan dimulai :$

Celaka!!! Jam 2 Siang kita masih ada di Cengkareng  :x , perjalanan menuju Stasiun Senen dipastikan sangat macet, sedangkan kereta berangkat jam 15.35 WIB. Kita memutuskan menggunakan kopaja menuju Stasiun, berharap supir Kopaja seperti biasanya selalu balapan dijalan raya Jakarta walaupun macet. Tapi entah kenapa supir kopaja kali ini lagi berasa karnaval, lamaaaaaaa bgttttt jalan nyaaaa :( , di tambah Maceeeeeettt! So Lengkaplah sudaaah, This is the Real Carnaval! :x

Tante’Mayang yang udah nunggu dari jam 12 siang di Stasiun Senen tak kalah paniknya menunggu kedatangan kita, secara tiket semua ada di tangan kita, setiap menit dengan cerewet nya dia sms :
Sms ke-1 : “Dimana?udah jalan? :) “
Sms ke-2 : “Posisi dmn? :o “
Sms ke-3 : ”Udah dmn? :( “
Sms ke-4 : “kalian dimana siiiihhh??? :x “
Sms ke-5 :  “oooiiiii jeleeeeek! buruaaan!!! kereta udah dateng!!! Kalian dimanaaa??? :@ “
Sms ke-6 : “Kebiasaan jalan bareng kalian! Biqin gw jantungan taw gak!?!?! :@ :@ :@ :@ :@ :@ :@ :@ :@ :@ :@ :@ :@ :@ :@ :@ :@ :@ :@ :@ :@ :@ :@ :@ :@ :@ :@ :@

Sedangkan dikopaja, kita cuma senyum-senyum gak jelas sambil dag-dig-dug juga :$, rasanya pengen treak ke telinga supir kopaja itu “oooiiii Bang! Buruaaaaaaaaaaannn!!!!”rrrgghhhhh.....

Waktu sudah menunjukan pukul 15.00 Waktu Indonesia Bagian Jakarta Macet :x
Sudahlaahhh...kita bakalan ketinggalan kereta pikirku, traffic light daerah Senen begitu menyebalkan!
Geregeeeeeeeettt :# setiap sampai perempatan jalan raya, kita selalu kebagian Lampu merah 
lagiii...lagiiii...dan lagiiiii.... :@
Sampai akhirnya kita sampai Stasiun Senen pukul 15.40 WIB, Bye-byeeeeeeeeeee....Pergiii sudaaah 
kereta kita, Hilang sudah harapan kitaaa :(
“Kita T-E-R-L-A-M-B-A-T” Hiiksss T_T’....
Tapiiiii tiba-tiba kita dapat info, klo kereta Kertajaya Delay 5 Menit !!! :o

Akhirnya kita memutuskan turun dari kopaja lemot itu. Sekuat tenaga kita lari dari ujung Terminal Senen untuk sampai ke Stasiun Senen.

Pontang-panting kita lari gak karuan dengan ransel gede dipunggung, nabrak sana-nabrak sini, sampai angkot-angkot di terminal mengalah memberikan lintasan untuk kita berlari (*padahal ditreakin supir-supir angkot yang marah lintasannya dipake kita lari-lari :D ).
Mana bawa ibu hamil lari-lari pulaaa! :# (*Salut bangeettt sama Ibu Hamil kita satu ini, ckckckck )

Detik-detik terakhir suara pengumuman kereta akan diberangkatkan sudah terdengar, hohohoho :o
Akhirnya aku melihat wajah tante’Mayang yang Tegang menunggu kedatangan kita di pintu masuk (*tampangnya udah kayak mau di vonis hukuman mati :D )

Sudah tidak melihat posisi gerbong yang tertera di tiket, yang penting kita masuk kereta dulu, dan Taap! Akhirnya kaki menginjakan di Kereta.... Pyuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhh....(*ngelus dada+ngelap keringet)
Keterlambatan jadwal kereta Kertajaya membawa keberuntungan bagi kita, andai saja kereta itu pergi tepat waktu, maka tidak akan ada cerita selanjutnya :D

-------------------------------------------oOo----------------------------------------------


Perjuangan dimulai Kembali ;)

Masih dengan nafas terengah-engah, kita menyusuri setiap gerbong untuk mencari posisi nomor kursi sesuai di Tiket. Kita pisah gerbong, kutu, icha, Diva, Sulis duduk di gerbong 4 sedangkan Aku, etha, Asma, dan Tante’Mayang di gerbong 6. Beberapa detik kemudian setelah duduk bergeraklah Sang Kertajaya membawa kita ke Kota Surabaya....

Aku, Etha, dan Asma sudah tidak bisa berkata apa-apa (*hanya berekspresi senyum-senyum + ketawa-ketawa  sendiri) pikiran kita masing-masing sedang melayang mengenang perjuangan kami, dari lembur kemarin malam sampai akhirnya bisa duduk manis dikereta ini, takjuub....!!!
Sedangkan disamping telingaku Tante’Mayang lagi ngoceh-ngoceh karna hampir kena serangan jantung bahkan stoke gara-gara ulah kita, Hahahaha :D

Kita berangkat dari Jakarta pukul 15.45, efek lembur sampai jam2 pagi, membuat kereta ekonomi Kertajaya bagaikan tempat istirahat ternyaman dikala itu.
Setelah pesen nasi goreng untuk santapan sarapan yang dirapel sekaligus makan siang dan makan sore, kita langsung tewas seketika :D
Bangun...ngemil...ngobrol...tidur lagi, Bangun...ngemil...ngobrol...tidur lagiii, Bangun...ngemil...ngobrol...tidur lagiiiii dan seterusnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....

Tak terasa waktu menunjukan pukul 02.00 dini hari dan posisi kita saat itu sudah sampai semarang, Asma yang sudah di jemput oleh sang suami segera turun dengan penumpang jurusan Semarang lainnya. Kita sempatkan Shalat diatas kereta, lalu melanjutkan mimpi kita lagi hingga ular bermesin ini membawa kita sampai dikota Surabaya :)


Surabaya, 24 Desember 2011
Good Morniiiiiing Surabaya *\^o^/*
Eeeemmmhhhhhh....akhirnya merasakan lagi menikmati Sunrise dibalik jendela kereta :$
Pukul 04.30 terbangun cuci muka pake Mitu, kereta di perkirakan sampai di Stasiun Pasar Turi jam 05.00, Ternyata meleset sodara-sodara, kereta sampai di Stasiun jam 06.00 :x
Setelah bersih-bersih di Kamar mandi Stasiun + nyari Mushola, lalu kita mulai perjalanan menuju Terminal Purabaya. Celingak-celinguk nyari angkot, akhirnya kita putuskan nyarter omprengan biar cepet dan gak rempong dengan bawaan kita. Ternyata benar, kita dibawa lewat jalan TOL  dan perjalananan kali ini jadi lebih cepat, hanya 45 menit Akhirnya kita sampai ke Terminal Purabaya.
(*Nyarter Angkot Rp. 60.000 sudah termasuk PPN 10% dan Biaya TOL  :p )

Dari Purabaya, dengan menggunakan BIS Ekonomi kita meneruskan perjalanan menuju Probolinggo. Lumayan jauuuh ternyata, kita menghabiskan waktu sekitar 3-4 jam, di tambah macet disekitaran Bendungan Lumpur LAPINDO – Porong :o
Melihat daerah sekitar dan membaca plang daerah-daerah yang terlewati dalam hati aku berkata: “Aaahhhh akhirnya aku Melewati beberapa daerah yang mungkin kemarin-kemarin hanya bisa aku dengar atau lihat di Tivi, maklum ini pertama kali aku menginjakan kaki di Jawa Timur, hihihihihi :p “

Pukul 11.30 kita sudah tiba di Terminal Probolinggo,
Tiba-tiba kucluk...kucluk....muncul satu peserta lagi sambil membawa nasi bungkus untuk kita :k
Tiwtiw yang sudah koordinasi sebelumnya, dia start dari Kota Malang, berhubung dia berdomisili dari sana jadi  langsung menuju Probolinggo.
Setelah peserta lengkap, kita lanjutkan planning kita selanjutnya menuju Air Terjun Madakaripura dengan menggunakan ELF yang sudah di sewa oleh Tante’Mayang sebelumnya.

Sampai tengah perjalanan ternyata Hujaaaaan :o
Menurut supir Elf tersebut, sangat bahaya apabila kita memaksakan meneruskan perjalanan ke Madakaripura, karna jalannya licin dan debit airnya akan lebih deras. Terpaksa planning “Madakaripura” di pending sampai besok :( , selain itu juga hari yang semakin sore tidak memungkinkan kita untuk pergi kesana.

Akhirnya diputuskan untuk langsung menuju penginapan.
Sepanjang perjalanan menuju penginapan, kita disuguhi pemandangan pegunungan yang basah tersentuh hujan :)
Mmmmmmmhhhhhh Sejuuuuuuuuuuuuuuukkk :$




Sekitar Pukul 15.00 WIB kita sampai di Penginapan, satu ruangan luas dengan 1 Kamar Mandi didalamnya, dilengkapi 3 kasur ukuran besar.
Murah meriah tapi nyaman :$
(*Penginapan: Rp.200.000/mlm --->  Rp. 25.000/Org )
Narziz Depan Penginapan
Begitu masuk ruangan, langsung kita menempati lapak masing-masing (*pada langsung loncat ke kasur :D )
Ada yang tidur, ada yang mandi, ada yang bongkar muatan, ada yang shalat, de el eeeel....
 Setelah bersih-bersih kita berjalan-jalan dikawasan kitaran penginapan, menikmati sore hari menyusuri jalan perkampungan bromo, sambil survey tempat makan malam murah :p

Lelah berjalan-jalan kita putuskan kembali penginapan untuk beristirahat, sambil menunggu waktu shalat Maghrib sampai Isya, dan dilanjutkan makan malam. Tidak banyak kegiatan, setelah makan malam kita langsung tidur, mengumpulkan energi untuk perjalanan esok hari.

(*Acara Gila2an dipenginapan ane skip, gak tega bwt cerita disini, apalagi menampilkan penampakan hasil karya kreatifitas  kita semua :D )

Bromo, 25 Desember 2011
03.00 WIB

Pukul 02.30 Kita sudah bangun siap-siap melakukan perjalanan. Kita menyewa mobil JEEP untuk mengitari Kawasan wisata Bromo dan sekitarnya.
Tujuan pertama kita adalah bukit Pananjakan untuk melihat Sunrise dibalik gunung Bromo.

Let's goooooo *\^0^/*
Bbbbbbbbrrrrrrrrrr dingiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnn :#



Perjalanan dimulai dengan Offroad dijalan gelap menggunakan JEEP sampai shelter terakhir, selanjutnya kita teruskan jalan kaki dengan menaiki bukit pananjakan, kita adalah rombongan pertama yang diangkut, sehingga jalan masih sepi dan lengang.


Kita berjalan menaiki jalanan berbatu dan diakhiri dengan menaiki ratusan anak tangga.
Hanya setengah jam kita jalan kaki, akhirnya kita sampai di puncak Pananjakan, saat itu baru menunjukan pukul 04.30 WIB. Kemudian Kita mencari tempat PW (a.k.a. Posisi Wuenaaak) untuk melihat aksi Sang Mentari memulai menyinari belahan bumi yang sedang kita injak :)

Beberapa jam kemudian.....
Matahari mulai tampak muncul perlahan dibalik bukit pananjakan, sehingga membentuk gradasi perpaduan warna langit yang begitu sempurna :)
SUBHANALLAH :o
Decak kagum dan pujian untuk Sang Pencipta tak henti  kita lafalkan....


Sunrise at Pananjakan

“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” 
(QS. Adz-Dzariyaat, 51: 47)


Akhirnya Bromo yang terbalut dalam putihnya kabut mulai terlihat jelas di pelupuk mata, SUBHANALLAHU ALLAHUAKBAR.....Indaaaahhh ^_^....
Kita Berasa di atas awan  :$
Dibelakang pegunungan Bromo, terlihat Sang Semeru dengan Anggun dan Kokoh menampakan diri lebih tinggi dari yang lainnya :)




"Dan bumi yang Kami hamparkan dan Kami pancangkan di atasnya gunung-gunung yang kokoh, dan Kami tumbuhkan diatasnya tanam-tanaman yang indah. untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi setiap hamba yang kembali ( Tunduk kepada ALLAH) "
(QS. Qaf : 7-8)


Puas melihat Pemandangan, kami akhiri  dengan Shalat Shubuh di alam terbuka, semua terasaaaa....(*Spechless)
So Amaziiiiiiiiing :)

At Pananjakan - Bromo

And Here We Are ;)



Slesai pemotretan, kita kembali ke Shelter JEEP dan perjalanan dilanjutkan menembus kabut putih menuju padang pasir dan savana....
At Padang Pasir - Bromo

Setelah itu, kita akan menuju kawah Bromo, tetapi menurut guide sekaligus supir JEEP kami, disana pasti rame bangett...Akhirnya kita memutuskan untuk menuju air terjun coban pelangi dan Ranupane.

Sebenarnya tujuan  ini tidak ada dalam planning dan budgeting awal, dikarenakan kemarin gagal menuju air terjun Madakaripura, sebagai gantinya Kita akan mengunjungi Air Terjun Coban Pelangi dan Ranupane yang masih terletak dikawasan Wisata Tengger
(*Sewa JEEP Rp. 125. 000/Org)

Akhirnya meluncurlah kita menuju Air Terjun Coban Pelangi dan langsung dilanjutkan ke Ranupane *\^.^/*
Ternyata jauuuuuh juga perjalanan kita :x ,  kita melewati perbatasan antara Probolinggo dan Malang.
Selama perjalanan kita disuguhkan Lukisan Alam yang sangat sempurna :)
               




Air terjun Coban Pelangi-Tengger,
08.00 WIB
(*bayar tiket Rp.4500/Org)
Untuk menuju air terjunnya, kita harus menyusuri jalan setapak menuruni perbukitan.
Mungkin perginya tidak masalah, tapi untuk pulangnya lagi , males naiknyaaa T_T’.....
Sekitar setengah jam kita berjalan, lambat laun mulai terdengar gemuruh air terjun, beberapa langkah kemudian dan akhirnya kita sampaaai.... Dan lagi-lagiii “SUBHANALLAH....”
Woooooooowww Air terjunnya Tinggiiiii *\^o^/*



Tepat pukul 09.30 WIB perjalanan kita lanjut kembali menuju Ranupane :D
Dipertengahan jalan kita bisa melihat jalur Bromo-Semeru dari atas bukit yang kita lewati.
Kereeeeeeeeeeeeeeeeeennn :o
*tak lupa foto-foto :p
Perjalanan menuju Ranupane

Ranupane, 11.00 WIB
And Finally Ranupane *\^o^/*...
Ranupane merupakan nama sebuah danau bernama Pane (*dimana Ranu = Danau ), tapi sayang Ranupane saat ini sedang dipenuhi ganggang coklat, sehingga yang tampak bukan seperti danau dengan air jernih, melainkan tampak seperti lapangan tanah :(

Ranupane

Ranupane juga merupakan pos pertama untuk melakukan pendaftaran bagi para pendaki yang akan naik Gunung Semeru.



Selain Ranupane masih banyak ranu-ranu lainnya, seperti Ranukumbolo yang Eksotik diatas gunung Semeru sana (*Cuma bisa liat di foto, Hiiiks  T_T'  ), dan ada juga Ranuregulo.
Untuk menuju Ranukumbolo dibutuihkan waktu sekitar 4jam dari Ranupane, sedangkan Ranuregulo  jaraknya tidak begitu jauh bisa kita capai dengan berjalan kaki beberapa menit saja menyusuri pinggiran Ranupane.
Woooowww....Ranuregulo tidak kalah cantiknya kawan, Tenang sekali berada disiniiii :)
Sukaaaaaaaaaaaaaa.... cocok buat ngeGalau :D


Ranuregulo - Tengger

Setelah puas menikmati pemandangan + Bernarsis-narsis ria :p , kita kembali mencari peradaban untuk Shalat Dzuhur dan mencari makan siang.
Sudah kenyang kita lanjutkan kembali perjalanan menuju Puncak Bromo *\^.^/*
Kembali ber-oprod ria melewati Savana dan Padang pasir yang penuh diselimuti kabut
At Bromo
Akhirnyaaaaa!!! Puaaaaaas sudah kita jalan-jalan mengitari Bromo – Ranupane dari jam 3 pagi, ckckckckckck :x
Perjalanan diakhiri dengan jajan Bakpau berjamaah :D , And Now time to Back Homeeeee ;)
Perjalanan pulang kembali ke peradaban :p

-------------------------------------------oOo----------------------------------------------


Dan perjalanan sebenarnya baru saja akan dimulai :o
“Suatu perjuangan mencari Jalan Pulang”
Mmmmmmhhhhhhh.....

Still 25 Desember 2011
Bromo, 14.30 WIB

Sampai penginapan, kita semua mandi, shalat dan Packing untuk Pulaaaaaaaaang ^_^’.....
Pulang??? Yup’z! pulang kembali ke Ibu Kota ceritanya :)
Direncanakan pulang hari ini agar sampai Jakarta Senin pagi atau siang, jadi bisa istirahat dulu untuk masuk kantor dihari Selasa nya.

Tapiiii kita masih blank! entah mau pulang pake kereta, bis, atau pesawat :o  
Kereta dan pesawat tidak mungkin, karena sebelum kita sampai Surabaya pun tiket pesawat dan kereta sudah dipastikan “HABIS” dari kelas ekonomi sampai Eksekutif sekali pun. Kita mencoba menghubungi pull Bis bebagai Merk, untuk jurusan Malang-Jakarta, Surabaya-Jakarta, Semarang-Jakarta, Jogja-Jakarta bahkan Probolinggo-Jakarta, yang penting tujuan nya ”JAKARTA”.
Ternyata semua Penuuuuuuuuuuuh :(

Ada yang menyarankan ke Surabaya baru naik BIS jurusan Jakarta, ada juga yang menyarankan ke Malang dulu baru ke Jakarta.
Nah lo??? Galaauuuuuuuuuuuuuuuuuu _ _!

Hasil kesepakatan dadakan, akhirnya diputuskan ke Malang dulu. Alasannya dari Probolinggo jarak menuju malang lebih dekat dibandingkan ke Surabaya, dan  di khawatirkan juga apabila menuju Surabaya dipastikan akan terjebak Macet di daerah Lumpur Lapindo - Porong.
Baiklaaaaaaaaah, Deal! Akhirnya memilih Kota Malang :)

Probolinggo, 18.00 WIB
Probolinggo diguyur Hujan deraaaaaaas....
Clingak-clinguk nyari Bis Jurusan Malang dengan baju basah kuyup (*gara-gara ujan-ujanan nyari ATM buat amunisi terakhir :x ). Ternyata yang ada tinggal satu-satunya Bis Ekonomi terakhir tujuan Malang. Tanpa basa-basi berangkatlah kita menuju Kota Malang. Wuuuuuuuzzzzzz........


Malang, 21.00 WIB
Meleset dari perkiraan, yang dijadwalkan sampai Malang jam8 malam, saat kita baru sampai jam9 malam gara-gara jalanan banjir didaerah Pasuruan.
Daaan Surprizeeeeeeeeeeeeeeeeee.....!!! BIS tujuan Jakarta KOSONG!!!!! T_T’...

Kita datangi semua agen perjalanan yang ada disana, nanya calo, nanya petugas, nanya penjaga warung, dan hasilnya: NIHIL _ _!
Tidak tahu apa yang harus diperbuat, dan entah kenapa saat-saat tepat seperti ini, persediaan batere HP kita semua Lowbatt, membuat kita sulit berkomunikasi dengan keluarga atau teman-teman yang lain :x

Akhirnya kita mengikuti kemana kaki ini melangkah, atas perintah perut akhirnya langkah kaki kita berlabuh disebuah Warung Nasi :D

Peserta berkurang 2 orang, Tiwi kembali ke Habitat nya sedangkan Tante’Mayang meneruskan kembali perjalanan ke Semeru.

Kini tinggalah Aku, Etha, Sulis, Kutu, Icha, dan Diva yang tersisa...
Dari HP Sulis yang nyawanya tinggal satu strip, kita mendapatkan informasi dari bunda (*ibu salah seorang teman kita yang kebetulan sedang berada di Surabaya) beliau mengatakan bahwa di Surabaya banyak BIS tujuan Jakarta.

Tanpa pikir panjang kita tinggalkan makanan kita dan segera mencari Bis tujuan Surabaya. Dan lagi-lagi BIS Ekonomi tujuan Surabaya penuuuh :( , akhirnya kita turun lagiiiiii :x
Menurut penduduk sekitar ada BIS Patas/AC tujuan Surabaya sampai jam 11 malam, akhirnya kita terlantar di pinggiran terminal.
Saking bingungnya, sampai-sampai BIS Patas yang udah ngejugruk depan mata kita dari tadi, tidak kita sadari keberadaannya :o

Andai saja Diva tidak membaca tulisan S-U-R-A-B-A-Y-A  yang tertera di BIS itu, mungkin kita akan ketinggalan BIS lagi  :D , naiklah kita keatas Bis Patas itu.
Aaaaaaaaaaaaaaahhhhh....Akhirnya kita bisa duduk nyaman didalam Bis ber-AC, lumayan buat ngademin otak :p

Surabaya, 23.30 WIB
Begitu turun Bis Kita disambut ramah oleh Bunda, bapak, dan pak’de. Bingung juga ini pertama kalinya aku bertemu bunda, karena sebelumnya belum pernah bertemu sama sekali, untung gak salah orang :p

Bapak dan Pak’de langsung mencarikan kita BIS, tapi sayang BIS jurusan Jakarta pun sudah tidak ada saat itu. Satu-satunya jalan kita harus transit ke Semarang, Solo atau Jogja dulu, baru besok pagi pake BIS Jakarta jadwal pagi.

Mmhhhhhhh, Semarang? Solo? Atau Jogja yaa? dipilih...dipilih...dipilih...!!! akhirnya kita memilih Semarang :)
Dan Wakwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauuu!!! Bad Choice :(
BIS tujuan Semarang pun tak ada sodara-sodara, huaaaaa bener-bener deeeeeeeeeh T_T’....  

Pak’De menyarankan untuk transit Solo, karena menurut informasi di Solo banyak Bis menuju Jakarta.
Kata pak’de diperkirakan sampai Solo jam 5 pagi besok, dan perjalanan Solo – Jakarta sekitar 10 Jam. (*Whaaaattttt’zz??? Nyampe Besok pagi + 10 Jam perjalanan lagii??? Omaygoooooooooshhh *tepokjidat*  :x )

Kita semua  buta mengenai daerah Jawa Timur, akhirnya kita nurut ajaaah, yang penting judulnya “Pulaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang....!!!”
Sekitar jam 00.05 WIB kita berangkat dari Surabaya menuju Solo. Bunda, bapak, dan Pak’de, mereka adalah bagai dewa penolong bagi kita saat itu, tanpa mereka mungkin kita udah ngemper di Terminal :D

26 Desember 2011
Solo, 05.00 WIB

Tak terasa hari sudah berganti, bangun Pagi diatas Bis, dikampung orang pula. Woooooooowww :o pengalaman perdana nih! Xixixixi :p
Cuci muka pake mitu, dan langsung shalat shubuh diatas  bis. Hampir semua waktu shalat kita lakukan di atas bis tampaknya :s
Selesai shalat lumayan segeerr dan bisa tersenyum, Diva yang dari malam gak mau makan gara-gara panik gak dapat BIS akhinya minta sarapan juga :D

Dipikiran kita sampe jakarta nanti sore sekitar jam4 atau jam5 sore laah, lumayan bisa tenang “dikit” udah nyampe Solo ;)
Tiba-tibaaa, Sang Kondektur berkata : “BIS jakarta jadwal pagi itu biasanya di Solo gak ada loh neng, adanya nanti jam1 siang....”
Hadeeeeeeeuuuuuuuhhhhh, baru bisa bernafas lega, sekarang udah sesek lagiiiiiiii :x

Melihat kita kebingungan, kondektur itu dengan sukarela menanyakan kepada petugas Terminal Solo, dan kita menunggu diatas Bis sesuai instruksinya.
Lalu datanglah laki-laki paruh baya menggunakan seragam resmi menghampiri kita, setengah berteriak dia berkata:  “ada BIS tujuan Jakarta! berangkat nya jam 06.30 WIB pagi ini !“
Horaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaayy *\^o^/*, kita bisa nafas lagiiiiiiii :D

Turunlah kita diTerminal Solo mengikuti langkah kaki bapak “petugas” itu, tanpa basa-basi kita langsung pesen tiket BIS tujuan Jakarta. Harganya Rp. 125.000 untuk BIS AC, dan Rp. 100.000 untuk Non AC, tanpa pikir panjang kita pilih BIS AC, bayar CASH dimuka!!!

Tapi apaa yang terjadiiiii????  T_T’....
Petugas berseragam itu ternyata calo, kita disuruh naik BIS Ekonomi “ANTAR JAYA” Jurusan Purwokerto, bukan BIS AC jurusan Jakarta!
Dia berdalih untuk menuju Jakarta, kita akan di over pake BIS AC dari Purwekerto.

BIS Ekonomi jurusan Purwekerto itu perlahan bergerak meninggalkan tempat parkirnya , kita tak punya waktu lagi untuk berdebat dengan bapak itu, dan disaat detik-detik waktu keberangkatan akhirnya dia mengaku tidak ada jadwal BIS ke Jakarta pagi ini, adanya nanti jam1 siang. Aaaaaaiiiiiiiiiiiiissssshhhhhhh _ _!
Apa dikata, terpaksa naiklah kita BIS itu....

Jogjakarta, 11.00 WIB
Matahari hampir tepat berada diatas kepala, Subhanallah panaaaassss....berasa diBarbeque kita berada didalam Bis itu T_T’....
sempat terlihat Prambanan, jalur yang kita lalui dalam mengukir kisah akhir tahun yang lalu, kini terlewati kembali, mengenang beberapa saat momen-momen itu. Lalu kita sampai di Terminal Jogja untuk rehat sejenak, tak lama kemudian kami meneruskan perjalanan kembali....

Purwokerto, 13.00 WIB
Ternyata jarak Solo-Purwokerto itu jaun sodara-sodara hampir 6 Jam kita duduk kepanasan :(
begitu sampai Purwekerto kita langsung disambut calo-calo yang menawarkan jasanya.
Kita langsung mencari bis yang dijanjikan calo dari Solo itu, begitu kita melihat BIS tujuan Jakarta yang dijanjikan, ternyata bukan BIS AC! melainkan BIS Ekonomi NON AC “DEWI SRI” !!! Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrggggghhhhhh :@

Petugas bis itu berkata : “Ada bis AC tapi nanti jam7 malam berangkat dari Purwekwerto nya”
Pyuuuuuhhhhh.....akhirnya kita terima kenyataan dengan Ikhlas sajaaaa, kita naik BIS Ekonomi itu. Yang jelas di bis tersebut terpampang tulisan “JAKARTA”, itu sudah bisa membuat kita sedikit tenang. Jarak tempuh normal Purwekerto-Jakarta bisa ditempuh dalam waktu 7-8 Jam, perkiraan jam8 malam lah kita sampai Jakarta, lumayaaaan masih bisa istirahat sebentar untuk kembali bekerja esok hari pikir kita.

Bis yang dijadwalkan berangkat jam2 siang, baru meluncur meninggalkan terminal pukul 15.30 WIB :x

Mencoba menikmati sisa-sisa perjalanan, menyenangkan sebenarnya apabila tidak disertai asap rokok :# , ditambah cuaca yang panaaasss sangaaattttt :@
 Masing—masing dari kita sudah menghayal dan ngelantur ngomongin menu minuman-minuman segaaar , ada yang ngomongin segernya es buah, es duren, es pocong, apalagi coca-cola pake es , eeeemmmhhhhhhh.....  (*Semua bagai fatamorgana, kita cuma bisa nelen ludah T_T’....)
Saking udah ngehang-nya ini otak, tulisan “Hotel Satya Guna” dimata salah satu diantara kita berubah menjadi  “Hotel Rasa Guava” Hahahahahahahahaha :D

Tegal, 20.00 WIB
Terbangun dari alam mimpi melihat jam tangan waktu menunjukan pukul 20.00 WIB, aku kira sudah mendekati wilayah jawa barat dan sekitarnya, ternyata masih di Slawi - Tegal. Karena tidak tahu daerah aku masih bisa bersikap tenang, tapi Etha yang sangat tau jalur Purwekerto – Jakarta mengatakan kalo perjalanan kita masih sangat jauuuuhhhh, dibilangnya: “ini bahkan belum setengah dari perjalanan menuju Jakarta vit!”
 Whaaattttttt’z??? kemana ajaa kita dari tadi, qo lama bangeeeeeeeeeeeetttt :@
Dan ternyata BIS ini mendatangi semua terminal seluruh kabupaten Tegal, ya Ampuuuuuuuunnn :x


Cirebon, 23.00 WIB
Harusnya BIS ini sudah sampai jakarta saat itu, tapi jam11 malam kita baru sampai perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Barat, tepatnya di Losari.
Bis DEWI SRI ini bermasalah, sehingga kita harus menunggu supir dan kondekturnya laporan.
Masya Allah....cukup sudah kesabaran kita diuji, jam11 malam masih diCirebon, belum macetnya di Indramayu, sedangkan besok pagi kita harus masuk kantor, nangiiiss beneran deeeeh T_T’...
Setengah jam kemudian baru BIS ini jalan kembali, itu pun setelah kaca jendela di gebrak-gebrak oleh para penumpang lainnya :#

27, Desember 2011
Subang, 02.00 WIB

Sudah berganti hari lagi, dan kita belum sampai juga di Jakarta :o
Dini hari di kampung orang, tiba-tiba kita disuruh turun dari BIS, kita di over BIS lagi! Aaaaaaaaarrrrgggghhhhhhhhhh :@

Saat itu kami tidak mengetahui keberadaan kita ada dimana, setelah bertanya penumpang lain kita ada di daerah Subang, ini merupakan tempat istirahat sekaligus pemberhentian BIS “DEWI SRI” dari seluruh wilayah. Semua Bis Dewi Sri dari semua jurusan dikumpulkan dsini, kemudian penumpang yang tujuan terminalnya sama akan disatukan dalam satu BIS.

Seperti nasib kita, disatukan dengan yang tujuan nya terminal pulo.gadung dan grogol, padahal konfirmasi awal BIS ini berhenti di Terminal kalideres.
Selidik demi selidik BIS ini menampung untuk semua tujuan dari purwekerto, baru akan dipisahkan ditempat ini (*Sistem perjalanan yang aneeh :x )

Pindah sana - pindah sini, over sana – over sini, jam 02.30 WIB kita baru berangkat meninggalkan tempat istirahat itu.
Kita bener-bener  pasrah untuk menghadapi hari esok yang sudah harus duduk manis dikantor :#
(*jarak tempuh normal 2-3Jam sampai Jakarta, itu tanpa macet! dan kita cukup tau seperti apa macetnya jalur pantura _ _! )

Jakarta, 05.00 WIB
Saat kita membuka mata dari alam mimpi, kita berada di JAKARTA :D
(*untuk pertama kalinya aku merindukan Ibu Kota :p )
Terlihat dari kawasan industri sepanjang jalan, antara ada dan tiada kita mencari plang untuk mengetahui dimana kita berada, kita kira itu adalah daerah Kalideres,  tapi ternyataaa kita masih ada di Pulo.Gadung :# , Tepat pukul 06.30 kita sampai dipemberhetian terakhir  Grogol, Tanpa basa-basi kita langsung ngaciiir pake Taxi mengejar waktu masuk kantor :D

And Finally We Back Homeeeeeeeeee......
#Segera duduk manis dikantor dengan kaki bengkak + Mata Mengantuk
*Pyuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhh :D

 -------------------------------------------oOo----------------------------------------------


Perjalanan berjuta makna....
Menapaki langkah untuk menikmati dan mensyukuri keindahan Alam Semesta Maha karya Sempurna Sang Pencipta

Perjalanan berjuta Warna....
Suka dan duka terlewati bersama, menggoreskan pedar warna indah dalam sepenggal kisah kehidupan kita :)


"Fabiayyialaairobbikumaatukaddibaan....."
(QS. Ar-Rahman)


***
Waktu terasa semakin berlalu
Tinggalkan cerita tentang kita

Teringat di saat kita tertawa bersama
Ceritakan semua tentang kita

Ada cerita tentang masa yang indah
Saat kita berduka saat kita tertawa
  

-THE END- 

Senin, 31 Oktober 2011

MANUSIA DIANTARA DUA TANGISAN

Manusia sentiasa ada dalam dua tangisan....
Detik waktu bersama kelahiran seorang bayi dihiasi tangisan, nyaring berkumandang menghiasi telinga si IBU. Merekah senyum sang ibu gembira melihat si'buah hati penawar sakit dan lesu dalam perjuangannya dengan Maut.

Lalu dimulailah sebuah kehidupan yang baru, kehidupan fana dengan sebuah resiko pahit dan kejamnya dunia, hingga bercucuran darah dan “Tetes Air Mata”.

Air mata adakalanya penyubur hati dan penawar duka, adakalanya buih Kekecewaan yang menghimpit perasaan dan kehidupan ini.

Air mata seorang manusia hanyalah umpama air kotor diperlimpahan, namun setetes air mata karena takut kepada ALLAH SWT ibarat gemerlap permata indah yang terpancar dari segala arah dan penjuru.

Pencinta dunia menangis karena dunia yang hilang,
“Alangkah sedikitnya hartaku”, kesal si hartawan (pemuja dunia).

Perindu akhirat menangis karena dunia yang datang,
 “Alangkah sempitnya kuburku”, keluh seorang batil.

Dari mata yang mengitai kemewahan duniawi dengan rakus, mengalirlah air kecewa kegagalan.
 

Dari mata yang redup merenung Hari Akhirat yang dirasakan dekat, mengalirkan air mata insaf mengharap kemenangan, serta rindu akan ALLAH SWT dan RasulNya. 

Tangis adalah basahan hidup, justru Hidup dimulakan dengan tangis, dicela oleh tangis dan diakhiri dengan tangis. 

Manusia sentiasa ada dalam dua tangisan....
"Ada dua titisan yang ALLAH SWT cintai, pertama Titisan Darah para Syuhada dan yang kedua adalah Titisan Air Mata yang jatuh karena takut kepada ALLAH SWT"

Berhati-hatilah dalam tangisan, karena ada tangisan yang akan mengakibatkan diri menangis lebih lama dan ada tangisan yang membawa bahagia untuk selama-lamanya.

Kita gembira jikalau apa yang kita idamkan tercapai, kita menangis jikalau yang kita 
cita-citakan terabai.
Nikmat disambut ria....
kedukaan disambut nestapa....

Lupakah kita?
ALLAH SWT telah berfirman : " Boleh jadi kamu membenci sesuatu,padahal ia amat baik bagimu,dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu,pada hal ianya amat buruk bagimu. ALLAH mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui." (QS. AL BAQARAH : 216)


Menangislah wahai diri....
Agar senyumanmu banyak di kemudian hari, karena engkau belum tahu, nasibmu dihisab kanan atau hisab kiri.
 

Disana!
Lembaran sejarahmu dibuka satu persatu, menyemarakkan rasa malu yang berabad-abad lamanya, dimana kita hanya berharap kepada syafaat Rasulullah yang dikasihi ALLAH SWT.

Menangislah seperti Saidina Umar bin Khatab yang selalu memukul dirinya dengan berkata: "Kalau semua masuk ke dalam syurga kecuali seorang, aku takut akulah orang itu!" 

Menangislah sebagaimana Ummu Sulaim apabila ditanya : "Kenapa engkau menangis?" "Aku tidak mempunyai anak lagi untuk saya kirimkan ke medan Perang." jawabnya. 

Menangislah sebagaimana Ghazwan yang tidak sengaja memandang wanita rupawan, ia haramkan matanya dari memandang ke langit seumur hidup,lalu berkata : "Sesungguhnya engkau mencari kesusahan dengan pandangan itu." 

Menangislah sebagaimana sallafushaleh berkata : "Bagaimana hendak bergembira sedangkan mati itu di belakang kami,kubur di hadapan kami,kiamat itu janji akan kami, neraka itu memburu kami dan perhentian kami ialah ALLAH SWT."

Apabila sungai-sungai yang mengalir itu banjiran air mata umat Nabi Adam yang menangis bertaubat, maka suburlah dan sejahteralah bumi ini karena terangkatnya taubat.  Penghuni Syurga ialah mereka yang banyak mencucurkan air mata Demi ALLAH SWT  dan Rasulnya bukan semata karena harta dan kedudukan.
 "Penghuni Syurga itulah orang-orang yang menang" (QS. Al- Hasr: 20)

Menangislah disini, sebelum menangis disana....

Wallahu a'lam....




My Birthday....

Daisypath - Personal pictureDaisypath Happy Birthday tickers